Arti Sebuah Nama

Hari ini kuliah pertamaku di Jurnalistik , Fikom Unisba. Seperti biasa, pertemuan pertama diisi dengan perkenalan dan sekilas info tentang mata kuliah Penyuntingan dan Penerbitan. Di tengah perkuliahan kusempatkan untuk mengisi daftar hadir mahasiswa dengan cara memanggil mereka satu persatu. Ada 2 alasanku melakukan hal itu. Pertama, untuk mengecek jumlah mahasiswa yang hadir. Seperti yang kita maklumi, titip tanda tangan/absen masih berlaku di kalangan mahasiswa. Kedua, untuk bisa mengenal langsung mahasiswa.

Dari 40-an nama mahasiswa, hanya setengahnya yang hadir di kelas. Seperti di kelas LPKIA semester ini, di kelas Unisba kali ini banyak nama mahasiswa yang diawali dengan Muhammad. Nama standar untuk laki-laki. Seperti juga nama Siti untuk anak perempuan. Ketika membaca nama-nama yang unik, sengaja kutanyakan apa arti nama mereka. Satu-dua mahasiswa menjawab dengan senang. Tapi ada juga yang nyeletuk… itu masalah pribadi.. Lho? kenapa? Apa salahnya menanyakan arti nama?

Nama adalah pemberian orang tua kita kepada kita. Setiap orang tua pasti mempunyai alasan tertentu untuk memberi nama itu, misalnya: pesanan atau permintaan khusus dari orang-orang yang mereka hormati, nama orang yang mereka kagumi atau yang menjadi idola mereka, gabungan nama mereka, nama yang mereka cari dari kamus, nama urutan kelahiran (Eka, Dwi, Tri dst), atau nama mantan pacar mereka! Tidak ada orang tua yang ingin memberi nama anaknya dengan pengertian yang buruk. Mereka memberi nama sesuai dengan harapan atau cita-cita mereka terhadap anaknya.

Dalam perkuliahan HR di LKPIA, pada sesi 2, setiap mahasiswa diwajibkan memperkenalkan diri dengan menyebutkan arti nama mereka. Ternyata memang banyak hal yang bisa diungkap dengan arti nama tersebut, misalnya: Muhammad Alif Arzady, Muhammad adalah nama khas anak laki-laki, Alif adalah huruf pertama yang bentuknya tegak, Arzady gabungan dari nama kedua orang tuanya Reza dan Diah. Jadi, Muhammad Alif Arzady artinya, anak laki-laki pertama Reza dan Diah yang diharapkan mempunyai kepribadian yang tegak. kukuh, seperti huruf alif.

Di kelas ini ada satu orang yang bernama Raden ….. (lupa aku). Kupikir mahasiswa, ternyata mahasiswi! Ketika kutanya kenapa bukan Roro? Jawabnya : memang setiap anak, baik pria maupun wanita menggunakan Raden. Di urutan berikutnya ada juga mahasiswa yang menggunakan Raden, tetapi dengan singkatan R saja, sehingga tidak kupanggil dengan Raden, tetapi R. …… Rupanya banyak turunan darah biru di kelasku kali ini.

Setelah beberapa nama lain, muncul lagi nama Raden Roro…. Nah, bingung lagi, kan? Ketika kutanya kenapa menggunakan 2 gelar sekaligus, dia menjawab nama Raden Roro itu sudah satu paket, khusus untuk anak wanita. Bila ia menikah, namanya berubah menjadi Raden Nganten… Ohh…..ini pengetahuan baru bagiku dan juga sebagian besar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan… Asyik juga nih, dari urusan nama, aku mendapatkan pengetahuan baru..

Insight hari ini:

– Berikan nama yang baik kepada anak kita karena nama adalah doa bagi anak kita.

– Ketika kita mengajarkan sesuatu kepada orang lain, kita juga sedang belajar sesuatu dari yang bersangkutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: